Husni Kamal
Crash Team Racing Pro Player (Drift). Blue fire addict. Had beaten Oxide and Emperor Velo XXVII in some time trial track. Tetris Pro Player. Rank #2 in Bandung.

Mengingat Merbabu

Mendaki gunung kala itu masihlah menjadi suatu pelarian untuknya. Dia, yang dengan hati yang senantiasa gundah, merasa tenang ketika pergi berkelana ke dataran tinggi. Entah waktu yang memang pas, atau mungkin dianya saja yang terlalu lebay.

Bertepatan dengan pertengahan puasa di tahun 2019, WhatsApp yang kala itu masih ada di smartphone Android-nya pun berbunyi. Sebuah notifikasi dari grup yang menamakan diri mereka “Pendaki Santuy”. Sejak awal bergabung, Merbabu adalah gunung pertama yang ia daki bersama mereka. Wajar saja jika ia merasa grogi, gugup, apalagi tegang. Ia dengan pengetahuan terbatas dengan dunia hiking, juga peralatan yang serba seadanya pun seakan memperteguh keyakinan untuk menaklukan merbabu. Apakah ia akan berhasil?

Ia pun meraih ponsel andalannya untuk debug apps Android. Membuka aplikasi pesan instan WhatsApp yang masih populer, dan sudah di akuisisi oleh Facebook.

“Kuy beli tiket kereta!”. Kata salah satu teman yang bernama ian.

Maneh lah nya talangan heula meh genah.” Sahut salah satu teman yang sebelumnya tak ia kenal.

Wajar saja, grup tersebut beranggotakan campuran dari berbagai latar. Namun, mereka memiliki satu kesamaan, yaitu mereka “Karyawan Terikat”. Jadi wajar saja jika untuk ke gunung harus di jadwalkan jauh-jauh hari.

Obrolan semakin panjang, padahal mereka sudah sepakat akan berangkat pada tanggal 15 Agustus 2019, tepatnya di sore hari dengan menaiki kereta kelas ekonomi. Isi obrolan semakin tidak jelas, entahlah. Tangan pemuda itu selalu gatal jika melihat obrolan yang “kamana karep“. Lantas ia juga akan membalas dengan obrolan yang “kamana karep” juga.

Keberangkatan

Setelah mencapai kesepakatan untuk tanggal pendakian, mereka pun juga mencari teman untuk diajak mendaki bersama-sama. Bukan apa-apa, jika di perhitungkan, ongkos akan lebih murah jika sewa mobil bareng. Karena, menurut suhe, tukang booking mobile di rombongan, ongkos yang harus dibayarkan tetap sama, walaupun hanya dua orang di dalam mobil.

H-7 keberangkatan. Mereka sudah mendapatkan rekan untuk berbagi mobil sewaan. Beruntungnya, mereka juga dari Bandung. Dengan kereta yang sama pula. Hanya berbeda beberapa gerbong saja. Jadi, ya tinggal bertemu di Stasiun tujuan akhir. Satu orang dari Jakarta yang berangkat duluan, menuju stasiun Solo Jebres, lalu berangkat ke titik temu di stasiun Purwosari. Lalu ada juga rombongan anti lelah, yang baru turun dari Gunung Prau ikut rombongan mereka. Entahlah, sepertinya mendaki sudah mendarah daging di kehidupan mereka.

Hari keberangkatan. Si pemuda dengan alasan akan pergi ke Jawa Tengah untuk mendaki gunung merbabu segera bersiap. Setelah pagi-siang, ia bekerja remote. Tentunya setelah mendapatkan izin dari atasan. Setelah packing secukupnya, ia pun pergi ke stasiun Kiara Condong, satu jam lebih awal untuk antisipasi hal buruk.

Stasiun Kiara Condong Bandung
Sumber: Tribun Jabar

Ia pun berkenalan dengan salah satu rombongan, suhe namanya. Ia sering ngobrol dengan suhe di grup, namun belum pernah bertemu. Untungnya, suhe ini orangnya pun agak miring otaknya, masih satu frekuensi lah dengan si pemuda. Drama pun terjadi, ketika tiket semua ada di ian, dan dia juga telat mengirimkan foto qrcode tiket, alhasil kita hampir terlambat. Setelah berhasil di download, tiket pun segera di cetak. Suhe dan pemuda labil itu pun lantas menunggu di dekat tempat pemeriksaan tiket dan KTP. Tak lama kemudian, ian pun datang. Mereka bertiga lantas melangkah menuju jalur 3, dengan kereta mereka yang sudah stand by sejak pukul 17.00.

Rombongan dari bandung yang merupakan partner rombongan mereka pun juga terjadi drama. Dimana KTP salah seorang anggota tertinggal di kosan. Untung saja drama tak begitu menegangkan. Teman kosannya bisa memfotokan KTP. Pemeriksaan di stasiun pun bisa di lewati.

Setelah duduk nyaman di kursi, kereta melaju 10 menit setelahnya. Perjalanan 11 jam pun segera di mulai.

Bandung, 22 Mei 2020.

Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *